BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Kehidupan berkomputer
kita saat ini tentunya sudah jauh berbeda dibandingkan dengan 7 hingga 10 tahun
yang lalu di mana populasi kepemilikan komputer masih belum setinggi ini. Bila
kita lihat saat ini, hampir semua aspek pekerjaan baik di sektor bisnis &
perkantoran maupun industri dan manufaktur telah memanfaatkan dukungan
teknologi dan perangkat komputer dengan karakteristiknya masing-masing. Nilai
tambah berupa efisiensi, kemudahan, kecepatan, ketersediaan dan validitas
yang mendorong kita untuk seakan semakin berlomba memanfaatkan teknologi
komputer dalam berbadai aspek kehidupan termasuk juga entertainment atau
hiburan dan edukasi.
Di sisi industri
komputer atau IT sendiri, pengkajian dan pengembangan teknologi menghasilkan
teknologi yang semakin powerfull, mudah digunakan, kaya fitur, dan ekonomis.
Dengan kecepatan perubahan teknologi, menjadikan kita seolah-olah tidak akan
pernah mendapatkan perangkat yang bisa disebut teknologi “terbaru”, karena
ketika kita beli ketika itu pula telah muncul teknologi yang lebih baru lagi.
Untuk waktu-waktu mendatang, “keakraban” kita dengan perangkat komputer
dipastikan semakin meningkat dan akan menjadi rekan kerja yang tak terpisahkan.
Frekuensi dan durasi/ waktu interaksi kita dengan komputer-pun akan semakin
bertambah. Frekuensi dan durasi interaksi tentunya ditentukan juga dengan jenis
pemakaiannya, pekerjaan atau profesi dari pemakai komputer tersebut. Seorang
yang bekerja sebagai typist atau sekretaris misalnya, akan memiliki frekuensi
dan durasi pemakaian komputer lebih lama daripada seorang staf penjualan yang
hanya memanfaatkan komputer berkala untuk membuat laporan saja. Lebih ekstrim
seorang yang memang dalam bekerjanya “harus” menggunakan komputer seperti para
programmer /software developer, animator,graphics designer, tentunya frekuensi
dan intensitas mereka di depan komputer jauh lebih tinggi.
Perkembangan ilmu keperawatan di dunia
telah mencakup pada spesialisasi keperawatan informatik. Area keperawatan ini
belum populer di Indonesia, tetapi telah berkembang dibeberapa negara seperti
Amerika, Australia, Canada, Inggris, dan beberapa negara maju lainnya.
Spesialis perawat informatik tersebut memiliki jenjang karir yang luas dan
berkembang. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan
jenjang karir keperawatan informatik dan kondisi keperawatan informatik di
Indonesia.
Area keperawatan tidak terbatas dalam
praktik klinik seperti yang dipahami di masyarakat pada umumnya di Indonesia.
Keperawatan memiliki ruang lingkup yang luas dan telah berkembang baik di luar
negeri. Walaupun bidang keperawatan di Indonesia tidak semaju negara lain
terdapat usaha dari beberapa institusi yang sejak beberapa tahun lalu untuk
mengangkat fenomena ini.
Berdasarkan kurikulum tentang
keperawatan dan aspek penting tentang keperawatan itu sendiri, serta untuk
menepis anggapan di kalangan masyarakat bahwa dunia keperwatan bukan hanya
menyangkut pada aspek klinis saja, tetapi dunia keperwatan telah berkembang
sesuasi dengan perkembangan zaman. Era globalisasi dan era informasi telah
membuat standard baru yang harus dipenuhi oleh seluruh pemain di sektor ini.
1.2
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini
adalah keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakn
integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan,
bentuk pelayanan bio-psiko-sosial. Oleh karena itu dengan penulisan makalah ini
bertujuan untuk mempermudah dalam member penjelasan dan pemahaman bahwa
keperawatan yang semula belun jelas ruang lingkupnya dan batasannya dalam
bertindak untuk memberikan askep kepada klien.
Makalah ini mempunyai tujuan utama yaitu memberikan informasi tentang bagaimana proses perkembangan ilmu keperawatan dunia.
Makalah ini mempunyai tujuan utama yaitu memberikan informasi tentang bagaimana proses perkembangan ilmu keperawatan dunia.
2. 1.3
Studi Pustaka
Penulisan ini menggunakan metode
kuantitatif, penggunaan literatur yang relevan dengan topik penulisan.
Penulisan ini diawali dengan melakukan penelusuran dan pencarian berbagai
literatur yang relevan secara ekstensif berdasarkan studi yang akan diteliti. Kegiatan
ini bertujuan memfasilitasi kebutuhan dalam penulisan dan membantu penulis
untuk merencanakan pembahasan masalah dan menelaah fenomena yang terjadi di
Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
PERAWAT DAN TEKNOLOGI
INFORMASI
Di
era teknologi informasi dan era keterbukaan ini, masyarakat mempunyai kebebasan
untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga apabila masyarakat mendapatkan
pelayanan kesehatan yang tidak bermutu maka masyarakat berhak menuntut pada
pemberi pelayanan kesehatan. Namun kondisi keterbukaan pada masyarakat saat ini
sepertinya belum didukung dengan kesiapan pelayanan kesehatan, salah satunya
dalam memenuhi ketersediaan alat dokumentasi yang cepat dan modern dipelayanan
kesehatan, khususnya rumah sakit. Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi dewasa ini di Indonesia belum secara luas dimanfaatkan dengan baik
oleh perawat khususnya di pelayanan rumah sakit, terutama pelayanan
keperawatan.
Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi dan yang sangat penting adalah disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik.
Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi dan yang sangat penting adalah disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik.
Namun
pada realitanya dilapangan, asuhan keperawatan yang dilakukan masih bersifar
manual dan konvensional, belum disertai dengan sistem /perangkat tekhonolgi
yang memadai. Contohnya dalam hal pendokumentasian asuhan keperawatan masih
manual, sehingga perawat mempunyai potensi yang besar terhadap proses
terjadinya kelalaian dalam praktek. Dengan adanya kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi, maka sangat dimungkinkan bagi perawat untuk memiliki sistem
pendokumentasian asuhan keperawatan yang lebih baik dengan menggunakan Sistem
Informasi Manajemen. Salah satu bagian dari perkembangan teknologi dibidang
informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh kalangan perawat di dunia
internasional adalah teknologi PDA ( personal digital assistance. Di masa yang
akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah dengan pemanfaatan personal
digital assistance (PDA). Perawat, dokter, bahkan pasien akan lebih mudah
mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir.
Definisi
PDA (Personal Digital Assistants) menurut Wikipedia adalah sebuah alat komputer
genggam portable, dan dapat dipegang tangan yang didesain sebagai organizer
individu, namun terus berkembang sepanjang masa. PDA memiliki fungsi antara
lain sebagai kalkulator, jam, kalender, games, internet akses, mengirim dan
menerima email, radio, merekam gambar/video, membuat catatan, sebagai address
book, dan juga spreadsheet. PDA terbaru bahkan memiliki tampilan layar berwarna
dan kemampuan audio, dapat berfungsi sebagai telepon bergerak, HP/ponsel,
browser internet dan media players. Saat ini banyak PDA dapat langsung
mengakses internet, intranet dan ekstranet melalui Wi-Fi, atau WWAN (Wireless
Wide-Area Networks). Dan terutama PDA memiliki kelebihan hanya menggunakan
sentuhan layar dengan pulpen/ touch screen.7)
Perusahaan
Apple Computer-lah yang pertama kali mengenalkan PDA model Newton MessagePad di
tahun1993. Setelah itu kemudian muncul beragam perusahaan yang menawarkan produk
serupa seperti yang terpopuler adalah PalmOne (Palm) yang mengeluarkan seri
Palm Pilots from Palm, Inc dan Microsoft Pocket PC (Microsoft). Palm
menggunakan Palm Operating System (OS) dan melibatkan beberapa perusahaan
seperti Handspring, Sony, and TRG dalam produksinya . Microsoft Pocket PC lebih
banyak menggunakan MS produk, yang banyak diproduksi oleh
Compaq/Hewlett-Packard and Casio. 9)
Bahkan
saat ini juga telah muncul Linux PDA, dan smart phone. Coba klik :
http://www.mobiletechreview.com/. Di masa yang akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah dengan pemanfaatan personal digital assistance (PDA). Dokter, mahasiswa kedokteran, perawat, bahkan pasien akan lebih mudah mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir. "Aplikasi klinis yang banyak digunakan selama ini adalah referensi tentang obat/drug reference.
http://www.mobiletechreview.com/. Di masa yang akan datang, pelayanan kesehatan akan dipermudah dengan pemanfaatan personal digital assistance (PDA). Dokter, mahasiswa kedokteran, perawat, bahkan pasien akan lebih mudah mengakses data pasien serta informasi perawatan terakhir. "Aplikasi klinis yang banyak digunakan selama ini adalah referensi tentang obat/drug reference.
Bahkan
sebuah PDA dengan pemindai bar code/gelang data, saat ini sudah tersedia. PDA
semacam ini memungkinkan tenaga kesehatan untuk memindai gelang bar code/gelang
data pasien guna mengakses rekam medis mereka, seperti obat yang tengah
dikonsumsi, riwayat medis, dan lain-lain. Selain itu, informasi medis tersebut
dapat pula diakses secara virtual di mana pun kapan pun, dengan bandwidth
ponsel yang diperluas atau jaringan institusional internet nirkabel kecepatan
tinggi yang ada di rumah sakit. Di samping itu data pasien atau gambar
kondisi/penyakit pasien dapat didokumentasikan, untuk tujuan pengajaran atau
riset, demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Meski demikian, PDA
tidak akan dapat menggantikan komputer/dekstop/laptop. Tetapi setidaknya, alat
ini akan memberikan kemudahan tenaga kesehatan untuk mengakses informasi di
mana saja.
Fungsi
bantuan PDA untuk kita sebagai perawat adalah perawat dapat mengakses secara
cepat informasi tentang obat, penyakit, dan perhitungan kalkulasi obat atau
perhitungan cairan IV fluid/infus; perawat dapat menyimpan data pasien, membuat
grafik/table, mengefisiensikan data dan menyebarluaskannya; perawat dapat
mengorganisasikan data,
mendokumentasikan
intervensi keperawatan dan membuat rencana asuhan keperawatan; PDA dapat
menyimpan daftar nama, email, alamat website, dan diary/agenda harian; PDA
sangat berguna untuk program pembelajaran keperawatan; meningkatkan
keterlibatan dan hubungan pasien-perawat. Apabila pasien dan perawat memiliki
PDA, aplikasi komunikasi keperawatan tingkat mutahir dapat diterapkan, yang
tidak lagi menonjolkan peran tatap muka hubungan interaksi perawat-pasien
(telenursing). PDA dapat menunjang pengumpulan data base pasien dan RS, yang
berguna untuk kepentingan riset dalam bidang keperawatan. Sudah selayaknya
institusi pendidikan keperawatan sebaiknya memberikan penekanan penting dalam
kurikulumnya, untuk mulai mengaplikasikan "touch" over "tech"
(sentuhan tehnologi dalam bidang keperawatan). Sehingga saat si perawat
tersebut telah lulus, mereka dapat mengintegrasikan tehnologi dalam asuhan
keperawatan.
Dengan
adanya komputer dan PDA di tempat kerja perawat, dapat meningkatkan
produktivitas, mengurangi kesalahan serta kelalaian/negligence, meningkatkan
mutu perawatan kepada pasien, dan meningkatkan juga kepuasan kerja perawat.
Sebagian besar perawat secara umum masih "gaptek" tehnologi, termasuk
PDA. Kita bisa memulai bergabung dengan grup penggermar PDA dan masuk dalam
kelompok/komunitas, atau dapat pula belajar dari para dokter, membuka website
tutorial/panduan PDA, mempelajari dari buku dan dari perawat lain yang telah
terbiasa menggunakan PDA. Mulailah mencoba dari hal yang sederhana seperti
agenda harian, organizer, mengambil/upload gambar, games, musik, dsb.
Pemanfaatan
PDA dan tehnologi pada akhirnya berpulang kepada perawat itu sendiri. Namun
sudah semestinya diharapkan keterlibatan institusi rumah sakit atau pendidikan
keperawatan, agar mampu merangsang pemanfaatan tehnologi informasi/nursing
computer secara luas di negara kita. Di Indonesia seyogyanya akan lebih baik
jika dosen/CI (clinical instructor) dari institusi pendidikan AKPER/STIKES/FIK
mulai mengenal pemanfaatan PDA, dalam interaksi belajar mengajar. Misalnya saja
saat pre/post conference pembahasan kasus praktek mahasiswa di RS apabila
terdapat obat/tindakan keperawatan yang rumit, maka dosen dan mahasiswa dapat
langsung akses browser internet.
Demikian
pula halnya di level manajer keperawatan setingkat Kepala bidang
Keperawatan/supervisor keperawatan di RS pun demikian. PDA sebagai organizer,
dan smart phone dapat membantu bidang pekerjaan perawat dalam peran sebagai
manajer. Setiap kegiatan rapat, pengambilan keputusan, penggunaan analisa data
dan teori keperawatan dapat diakses segera melalui PDA. Setiap data yang ada di
RS dapat pula bermanfaat untuk bahan analisa riset keperawatan, masukkan untuk
perumusan kebijakan/policy dan penunjang sistem TI (tehnologi informasi) di RS.
Sehingga bukan tidak mungkin akan tercipta nursing network (jaringan
keperawatan online) yang dapat memberikan pertukaran informasi data dan program
kesehatan secara online tanpa mengenal batas geografis. Akan ada saatnya dimana
keperawatan, perawat, klien, asuhan keperawatan akan bersinggungan dan berjalan
seiringan dengan perkembangan percepatan tehnologi. Sentuhan asuhan keperawatan
dimasa mendatang bukan tidak mungkin, akan semakin banyak berkembang pesat.
Aplikasi telemetry (alat monitor jantung pasien) di ruang rawat semisal medikal
pada pasien jantung koroner/MI, yang dimonitor melalui CCU untuk melihat irama
dan patologi, sistem data base pasien, dan bahkan di Singapura telah
dikembangkan alat pengukuran suhu pasien dengan dimonitor melalui komputer -
menjadi terobosan baru yang perawat perlu ketahui. Hingga ada saatnya pula
tehnologi informatika dapat membantu mengurangi beban kerja perawat, dan
meningkatkan akurasi hasil asuhan keperawatan yang diberikan di Indonesia.
Perkembangan pemanfaatan PDA di dunia keperawatan Indonesia nampaknya masih sangat minim, berbeda dengan di luar negeri yang sudah berkembang pesat. Kemungkinan faktor penghambatnya yaitu kurang terpaparnya perawat Indonesia dengan teknologi informatika khususnya PDA, masih bervariasinya tingkat pengetahuan dan pendidikan perawat, dan belum terintegrasinya sistem infirmasi manajemen berbasis IT dalam parktek keperawatan di klinik.
Perkembangan pemanfaatan PDA di dunia keperawatan Indonesia nampaknya masih sangat minim, berbeda dengan di luar negeri yang sudah berkembang pesat. Kemungkinan faktor penghambatnya yaitu kurang terpaparnya perawat Indonesia dengan teknologi informatika khususnya PDA, masih bervariasinya tingkat pengetahuan dan pendidikan perawat, dan belum terintegrasinya sistem infirmasi manajemen berbasis IT dalam parktek keperawatan di klinik.
Mungkin perlu ada terobosan-terobosan dari
organisasi profesi perawat bekerjasama dengan institusi pelyanan kesehatan
untuk lebih mengaplikaskan lagi sistem informasi manajemen berbasis IT dalam
memberikan pelayanan ke pasien. Semula memang terasa menyulitkan dan
membutuhkan waktu lebih lama saat menerapkan program tersebut. Namun setelah
terbiasa terasa sangat membantu perawat sehingga mengurangi administrasi kertas
kerja dalam asuhan keperawatan. Seperti contohnya, perawat tidak perlu lagi
mengisi format tanda vital/vital signs pasien (dengan pulpen warna biru, merah,
hitam, hijau dsb), cukup dengan langsung entry ke komputer. Sehingga yang
semula ada sekitar 6 lembar kertas kerja yang perlu diisikan, sekarang cukup 1
saja yaitu nurses notes (catatan keperawatan)
Di
negara-negara berkembang perawat informatik belum dikenal dan berkembang,
sistem informasi keperawatan di rumah sakit atau instansi kesehatan lainnya
lebih banyak diambil alih oleh ilmu disiplin lain. Ilmu disiplin lain memang
diperlukan untuk pengembangan informatika karena dalam pengembangan sistem
keperawatan informatik yang dijalankan oleh perawat informatik pun akan memerlukan
kolaborasi disiplin ilmu lain, tetapi alangkah lebih baik jika perawat
informatik berperan aktif dalam sistem informatika keperawatan karena perawat
akan lebih mengenali dunia keperawatan. Keperawatan informatik memerlukan
informasi terintegrasi dari semua area sehingga dapat memfasilitasi perawat
dalam mengakses data dan informasi tentang klien. Memudahkan perawat untuk
menyediakan pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi.
2.1.
Empat area utama dalam informasi klien
yang dilaksanakan oleh perawat informatik:
1. Client
information: Data pertinient, Immediate physical care, Demograpic information,
Client support system
2. Institusional
information: Data immediate concern
3. Domain
knowledge: literatur and clinical experience for nursing knowledge
4. Procedural
knowledge: prosedural for performing tasks
Ada
7 area untuk nursing informatik
1. Menggunakan
data klien untuk informasi dan pengetahuan yang menunjang dalam asuhan
keperawatan.
2. Mendefinisikan
data dalam asuhan keperawatan klien
3. Menganalisa
dan memberikan pendidikan kesehatan tentang asuhan keperawatan klien
4. Membuat
rencana baru (inovasi) dalam teknologi asuhan keperawatan klien
5. Menerapkan
ergonomi komputer untuk perawat informatik
6. Mengintegrasikan
sistem yang ada dari berbagai disiplin ilmu
7. Mengevaluasi
sistem asuhan keperawatan yang telah dijalankan sebelumnya
Perawat
informatik mempunyai jenjang karir yang luas, mulai dari perawat informatik
klinik, manajer project, konsultan, pendidik (system educator), peneliti, dan
pengembang produk (mengembangkan sistem baru), system specialist, policy
developer, enterpreneur, dan lain-lain (lampiran). Perbedaan perawat informatik
dan tenaga informatik dari ilmu disiplin lainnya adalah perawat informatik
lebih terfokus pada ilmu keperawatan dan pengembangannya.Hambatan dalam
pengembangan keperawatan informatik meliputi banyak factor yaitu ketidaksiapan
budaya masyarakat terhadap fenomena keperawatan yang makin maju, dukungan
pemerintah yang belum optimal, ketidakseragaman pandangan dari institusi-institusi
penyelenggara pendidikan keperawatan di Indonesia, dan masih kurangnya perawat
informatik di Indonesia.
BAB III
KESIMPULAN
Ilmu
keperawatan telah berkembang pesat di beberapa negara di dunia tetapi hal ini
belum terjadi di Indonesia. Kondisi masyarakat masih belum memahami bahkan
menerima bahwa keperawatan ternyata memiliki area yang luas di bidangnya, tidak
terbatas pada praktik klinik (kuratif). Salah satu area disiplin ilmu
keperawatan yang masih belum populer yaitu perawat informatik.
Perawat informatik adalah salah satu area spesialisasi dari ilmu keperawatan yang berkembang dan mulai dikembangkan di Indonesia. Keperawatan informatika bermanfaat untuk menunjang tugas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan baik di area klinik maupun non-klinik.
Perawat informatik adalah salah satu area spesialisasi dari ilmu keperawatan yang berkembang dan mulai dikembangkan di Indonesia. Keperawatan informatika bermanfaat untuk menunjang tugas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan baik di area klinik maupun non-klinik.
Saat
ini posisi manajemen keperawatan informatik masih banyak diambil alih oleh ahli
dari disiplin ilmu lain. Kenapa hal ini dapat terjadi? Inilah tantangan untuk
para perawat kenapa keadaan di negara-negara berkembang, sangat berbeda dengan
keadaan perkembangan keperawatan informatik di luar negri misal USA, Australia,
Canada, Jepang, dan beberapa negara maju lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Afiyanti,
Yati. (2005) Penggunaan Literatur Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal
Keperawatan Indonesia 9 (1) Maret 2005, p.32-35. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan
Universitas Indonesia
Anonymous.NursingInformatics.http://www.allnursingschools.com/faqs/informatics.php.
diakss tanggal 21 oktober 2007
Anonymous
.Nursing Informatics. http://www.cnia.ca/intro.htm. Diakses tanggal 21 oktober
2007
Anonymous.Nursinginformatics.http://en.wikipedia.org/wiki/Nursing_Informatics..diakses
tanggal 21 oktober 2007 McCartney, Patricia Robin, RNC, PhD, FAAN. Keeping
Readers “Plugged In”:
Nursing
Informatics Then and Now.
http://www.blackwell-synergy.com/doi/full/10.1111/j.1751-486X.2007.00122.x. Diakses
tanggal 21 oktober 2007 Thede, Linda. (2003). Informatics & Nursing
Opportunities & Challanges 2ed. Philadelphia: Lippincott
Tutik,
Rr. (2005) Pemanfatan Teknologi Informatika Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal
Keperawatan Indonesia 9 (1) Maret 2005, p.26-31. Jakarta: Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Indonesia
